Elemen filter AC digunakan untuk menyaring udara di dalam mobil, dan kesehatan kita sangat terkait dengannya. Sama seperti: selama pandemi, setiap orang harus memakai masker untuk mencegah penyebaran pandemi, itu adalah sebuah kebenaran.
Oleh karena itu, perlu diganti tepat waktu, biasanya setahun sekali atau setiap 20.000 km.
Seberapa sering Anda menggantinya?
Siklus penggantian elemen filter AC tertulis di buku panduan perawatan setiap mobil. Mobil-mobil yang berbeda dibandingkan satu sama lain. Polusi lingkungan, kondisi jalan, karakteristik iklim, dan penggunaan semuanya berbeda di berbagai wilayah.
Oleh karena itu, saat mobil dirawat secara rutin, perlu diperiksa kebersihan elemen filter AC. Sebaiknya filter tidak diganti lebih dari 20.000 km.
Contohnya: pada musim semi dan musim gugur, frekuensi penggunaan AC relatif tidak terlalu tinggi, hal ini berpotensi menyebabkan penumpukan kotoran di dalam sistem AC, sehingga tidak terjadi konveksi udara yang cukup, dan akan berkembang biak bakteri.
Bagian dalam mobil mungkin mengeluarkan bau apak, aroma tidak sedap, dan sebagainya.
Oleh karena itu, penggantian elemen filter perlu dilakukan lebih awal untuk daerah pesisir, lembap, atau daerah yang sering mengalami hujan lebat.
Seberapa sering wilayah dengan kualitas udara buruk berubah?
Selain itu, tempat-tempat dengan kualitas udara buruk juga sebaiknya diganti terlebih dahulu. Ada sebuah makalah di jurnal Traffic and Transportation, "Air Pollution in Cars." Sebaiknya jangan meniupnya.
Siklus penggantian filter AC terlalu singkat, banyak teman yang akan merasa: "Wah" ini sangat boros, sangat mahal. Lalu saya punya solusi: "Saya bersihkan dengan meniupnya dan menggunakannya untuk sementara waktu, oke?"
Sebenarnya, mengganti elemen filter AC adalah pilihan terbaik, karena meniup udara saja tidak akan memberikan efek yang sama seperti elemen filter yang baru dibeli.