Apa itu termostat?
Pengontrol suhu memiliki berbagai nama, seperti sakelar pengontrol suhu, pelindung suhu, dan pengontrol suhu. Menurut prinsip kerjanya, dapat dibagi menjadi termostat tipe lompatan, termostat tipe cairan, termostat tipe tekanan, dan termostat tipe elektronik. Pada peralatan kontrol industri modern, termostat digital adalah jenis yang paling umum digunakan. Menurut strukturnya, pengontrol suhu dapat dibagi menjadi pengontrol suhu terintegrasi dan pengontrol suhu modular.
Apa itu termometer?
Badan pengukur suhu adalah komponen yang mengubah sinyal suhu menjadi sinyal listrik, dan biasanya dipasang di bagian deteksi objek yang dikontrol untuk memantau nilai suhunya. Di bidang kontrol industri, termometer yang umum digunakan meliputi termokopel, resistor termal, termistor, dan sensor non-kontak. Di antara ketiganya, tiga yang pertama adalah termometer kontak.
1. Termokopel
Prinsip pengukuran suhu untuk termokopel didasarkan pada efek Seebeck (efek termoelektrik). Ketika dua logam dengan material berbeda (biasanya konduktor atau semikonduktor, seperti platinum-rhodium, nikel-kromium-nikel-silikon, dan material lain yang dipasangkan) membentuk lingkaran tertutup dan menerapkan suhu berbeda pada kedua ujung penghubungnya, gaya gerak listrik akan dihasilkan antara kedua logam tersebut. Lingkaran tersebut disebut "termokopel," sedangkan kedua logam tersebut disebut "elektroda termal," dan gaya gerak listrik yang dihasilkan disebut "gaya gerak termoelektrik." Termokopel dicirikan oleh rentang suhu pengukuran yang luas, respons termal yang cepat, dan ketahanan getaran yang kuat.
2. Hambatan termal
Resistansi termal adalah komponen yang mengubah sinyal suhu menjadi sinyal listrik, dan prinsip kerjanya terutama didasarkan pada karakteristik perubahan resistansi logam terhadap suhu. Secara khusus, resistor termal memanfaatkan sifat logam ini untuk mengukur suhu.
Dalam kontrol industri, jenis resistor termal yang umum digunakan meliputi platinum, tembaga, dan nikel. Di antara ketiganya, resistor platinum adalah yang paling umum. Resistor termal ini memiliki karakteristik linearitas suhu yang baik, kinerja yang stabil, dan presisi tinggi pada suhu normal. Oleh karena itu, dalam lingkungan aplikasi dengan suhu sedang, tanpa getaran, dan persyaratan presisi tinggi, penggunaan resistor platinum biasanya lebih disukai.
3. Termistor
Termistor adalah komponen yang mengubah sinyal suhu menjadi sinyal listrik, dan prinsip kerjanya terutama didasarkan pada karakteristik perubahan resistansi semikonduktor terhadap suhu. Secara khusus, termistor memanfaatkan sifat semikonduktor ini untuk mengukur suhu. Dibandingkan dengan resistansi termal, resistansi termistor berubah sangat besar seiring perubahan suhu, sehingga rentang pengukuran suhunya relatif sempit (-50~350℃).
Termistor dibagi menjadi termistor NTC dan termistor PTC. Termistor NTC memiliki koefisien suhu negatif, dan nilai resistansinya menurun seiring dengan peningkatan suhu. Termistor PTC memiliki koefisien suhu positif, dan nilai resistansinya akan meningkat seiring dengan peningkatan suhu. Karena karakteristik resistansi-suhu yang unik, termistor memiliki berbagai aplikasi dalam deteksi suhu, kontrol otomatis, perangkat elektronik, dan bidang lainnya.
Zhuo Meng Shanghai Auto Co., Ltd. berkomitmen untuk menjual suku cadang mobil MG & MAUXS, selamat datang untuk membeli.